Home » , » Al Pacino - 88 Minutes

Al Pacino - 88 Minutes

88 Minutes 


Review - Al Pacino dengan genre thriller adalah nama yang tak terpisahkan. Salah satu aktor gaek yang paling saya hormati di Hollywood ini memang sudah meredup namanya belakangan (dikarenakan pilihan peran yang buruk) tetapi apakah itu berarti film-film yang dia bintangi juga buruk secara kualitas? 88 Minutes adalah salah satu film dengan review terburuk dalam resume Pacino (skor Rotten Tomatoesnya hanya 5 persen).
Dalam film ini Al Pacino berperan sebagai petugas forensik bernama Dr. Jack Gramm. Setelah sebuah kasus pembunuhan yang mengerikan terjadi sembilan tahun yang lalu oleh seorang psikopat bernama Jon Forster. Karena rumitnya proses eksekusi di Amerika, sembilan tahun kemudian saja Forster belum dihukum mati (bandingkan bedanya dengan Cina di mana seorang pembawa narkotika saja akan langsung dihukum mati). Bahkan ada kemungkinan juri mengubah keputusan bersalah Forster tidak jadi hukuman mati.
88 Minutes Poster
Menjelang tibanya hukuman kematian bagi Forster mendadak saja Gramm mendapatkan teror bertubi-tubi. Sebuah telepon mengatakan kepadanya kalau ia tinggal punya 88 menit lagi untuk hidup dan waktu terus berjalan. Hampir setiap kali Gramm menoleh sang pembunuh sepertinya punya cara untuk mengingatkannya bagaimana waktunya semakin menipis. Gramm berpendapat bahwa ada seseorang di luar yang tengah membantu Forster, mencoba membuatnya bebas dari hukuman. Ataukah sebenarnya ada seorang pembunuh baru yang meniru cara Forster?
Sebagai sebuah film bergenre thriller film ini memiliki banyak sekali plot hole. Waktu misalnya adalah elemen yang dimanipulasi total di film ini. Film ini mengatakan kalau Jack Gramm hanya punya waktu 88 menit untuk hidup tetapi sepanjang film dia bisa berpindah-pindah lokasi ke sana-sini, menyelidiki ini dan itu, semua hal yang dia lakukan paling tidak akan makan waktu lima sampai enam jam apabila terjadi di kehidupan nyata. Penyempitan dimensi waktu ini memang biasa terjadi di dalam film tetapi untuk sebuah film yang bertema pembatasan waktu, hal ini seharusnya lebih diperhatikan dan terlalu kentara.
Am I the usual suspect here?
Hal kedua yang perlu saya kritik dari film ini adalah pacing ceritanya. Hampir sepanjang paruh pertama film saya sungguh tidak tahu mau dibawa ke mana. Isinya hanya ancaman – ancaman – dan ancaman lagi yang ditujukan kepada Jack. Saat pertama dua kali ancaman ini dikeluarkan efektif memang untuk meningkatkan tensi penonton, tetapi setelah berulang kali dilakukan… rasanya ah terlalu mengada-ada. Sutradara Jon Avnet pun terlalu gegabah meletakkan petunjuk sehingga penonton yang jeli takkan terkejut dengan twist kejutan di akhir film.
How do we catch a killer who moves like lightning?
Terakhir adalah lemahnya casting pendukung. Al Pacino bermain dengan baik di sini. Oh, 88 Minutes jauh… jauh jauh jauh sekali dari penampilan terbaiknya. Tapi setidaknya akting Al Pacino selalu solid dan mampu menggaet perhatian penonton. Tidak demikian dengan barisan cast lainnya. Mulai dari Alicia Witt, Leelee Sobieski, dan Amy Brenneman (kenapa semuanya wanita?) mereka semua di film ini hadir sebagai eye candy bagi penonton kaum adam semata dan menambah jumlah tersangka di film ini. Akan tetapi kalau dicermati lebih mendalam lagi kontribusi mereka di film ini minim kalau tidak mau dibilang tidak ada.
So my verdict is… 88 Minutes adalah thriller dengan jalan cerita lemah yang tertolong semata-mata oleh performa dari Al Pacino. Kalau memang menyukai genre thriller maka nikmati saja tetapi jangan terlalu memikirkan plot hole yang bertaburan sepanjang film.

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. JASA COPY FILM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger